Kamis, 11 April 2019

Penyebab Anggaran Pertahanan Indonesia Disarankan Naik 7 Persen dari GDP

Sebelum itu, harus diperjelas dulu kerangka kerja dan road map pertahanan dan keamanan nasional. Namun sayangnya hingga kini Indonesia belum juga memiliki NSC, serta RUU Keamanan Nasional juga terbengkalai. Kemudian perlu diperjelas bagaimana reformasi fungsi organisasi pertahanan.
“Seperti contoh order of battle kita masih disintegrated, antar kodam, koopsau, dan koopsal masih terpisah-pisah. Segera kita butuhkan adalah the real integrated armed forces,” tutur Connie.

Baca Juga: Persekusi

Memang, Indonesia saat ini tidak bisa diremehkan dengan menempati urutan ke 15 negara terkuat di dunia. Keahlian tempur TNI dan semangat juangnya terbukti bagus, meski dengan segala keterbatasan yang masih ada.

Artikel Terkait: pengertian GDP

Tetapi, hal-hal tersebut jangan membuat Indonesia lupa diri. Harus diukur kembali semua kemampuan yang dimiliki hari ini oleh TNI.
“Sudah mampukah melawan menghadapi dan menyelesaikan semua AGHT dalam bentuk modern war di wilayah kedaulatan dan kawasan kita demi tercapainya kepentingan nasional kita?,” tukas Connie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar